Kamis, 22 Desember 2011

Ibu ...

Dalam realita kehidupanmu..
Minimal ada seorang wanita yg sangat PEDULI kamu.. Pasti..!
Terlepas kamu setuju atau Tidak, terima atau tidak, Wanita ini ada..!

Dan ia adalah satu satunya manusia di Planet ini yg diizinkan Rahimnya kau tempati free of charge selama 9 bulan . Yang Siap menahan sakit demi untuk kehadiranmu disini sekalipun nyawanya menjadi taruhan.
Dalam membesarkanmu ia melewati hari-hari yg tidak gampang.. Sering ia tidak tidur karena kamu sakit.., dalam kebingungan ia hanya menangis dan berdoa karena panasmu yang tidak reda, atau kamu tidak bisa buang kotoran. Ia tidak jijik dengan kotoranmu berselemak dibadannya bahkan ia tertawa lepas saat semua itu terjadi.

Tahun-tahun berganti..
Kini kamu sudah Dewasa. Kamu sudah bisa ke Dokter kalau kamu sakit..
Dan status kamu pun kini sudah berubah..
Kamu Tidak butuh wanita itu lagi.
Sekarang wanita itu sudah tua.. lamban, suka dgn cerita lama yg membosankan, nasehatnyapun selalu itu-itu saja..
Belum lagi bau badannya yg sering diprotes oleh: pacarmu/suami atau istrimu/anak-anakmu. Komunikasi kalian Payah.. Susah..!

Hai Saudaraku..
Anda benar.. Wanita tua ini sering membosankan dan tak nyambung..
Tapi coba berdiamlah beberapa menit dalam hening..
Sejelek apapun dia.., orang lain boleh Tidak suka dia.
Tapi Kamu Tak Boleh.. Sebab ia adalah IBUmu
Di hari tuanya yg tak lama lagi.., Bukan HARTAmu yg ia harapkan, ia TIDAK butuh apapun dari kamu. Ia hanya Takut.. Kehilangan kamu.. Takut kamu tdk peduli dia lagi..
Karena ia begitu mencintaimu.
Ia sudqh Bahagia kalau kamu datang dan bertanya "apa kabar..?
Dan tanganmu mau mengelus dia dengan lembut.
Saudaraku maafkan dia kalau ia pernah melakukan hal yg mengecewakan kamu..
Percayalah ia pantas untuk kau cintai.

Saudaraku..
Waktu wanita tua itu tidak banyak lagi..
Dengarkanlah ini: Jangan Lagi Bersuara Keras Padanya..
Dalam keadaan apapun.. Itu akan sangat melukainya.:'(


I Love u Mom!

Rabu, 21 Desember 2011

Tradisi berburu ughang Bailangu

Berayau

Yaitu tradisi berburu hewan liar, seperti Rusa dan Kijang untuk dikonsumsi. Perburuan biasanya dilakukan pada malam hari dimana daerah perburuan biasa dilakukan di hutan-hutan sekitar ladang atau kebun karet (kebun para). Peralatan yang digunakan meliputi bedil kecepek, lampu badai, tombak, parang, dan pisau. Hasil berburu biasanya dibagi-bagi untuk dikonsumsi sanak keluarga terutama anggota kelompok.

Marepas

Yaitu tradisi berburu hewan liar yang ukurannya lebih kecil seperti burung. Burung yang biasa menjadi sasaran perburuan adalah burung yang boleh dikonsumsi menurut syariat Islam, seperti Belibis (Beliwis), ayam-ayaman (Burung Ko'er), serta hewan liar untuk dipelihara seperti kucing hutan, biawak (biancak), ayam hutan dan lain sebagainya. Peralatan yang digunakan biasanya perangkap yang terbuat dari bahan-bahan berupa rotan, ranting, bambu dan tali pancing serta umpan berupa padi.

Mikat

Yaitu tradisi berburu hewan liar dengan cara menggunakan hewan yang sama tetapi telah dijinakkan terlebih dahulu. Jika Marepas peralatan biasanya ditinggal pergi, baru di cek keesokan harinya, maka tidak demikian dalam kegiatan Mikat. Mikat biasanya harus di tunggu untuk jangka waktu tertentu, karena hewan yang digunakan dapat hilang atau justru di mangsa oleh hewan lainnya.

Bakarang

Yaitu tradisi berburu ikan disuatu lokasi tertentu, baik berupa kambang (kolam yang dibuat di sawah) maupun di sungai, lubuk, danau serta kolam buatan. Tradisi ini melibatkan banyak orang biasanya terdiri dari satu keluarga besar. Peralatan yang digunakan bermacam-macam mulai dari tangkul, suye (keranjang), sangi, tombak (kujur), tighuk cis (semacam tombak dari sebatang besi) dan lain sebagainya.

Ngarat

Yaitu tradisi berburu ikan di sungai atau sawah dengan cara membendung dengan cara mendesak ikan ketengah dengan menggunakan anyaman bambu.

Najur

Yaitu tradisi berburu ikan dengan menggunakan pancing berukuran besar, dengan ditinggalkan disuatu lokasi tertentu yang di tengarai terdapat ikan berukuran besar seperti, taruman (toman), ruan (ikan gabus), lele, tapa dan lain sebagainya. Peralatan yang digunakan meliputi Pancing dengan gagang dari bambu berukuran sekita satu meter dengan panjang tali pancing kurang lebih sama, dan menggunakan umpan yang dapat menarik perhatian ikan seperti, ikan sepat mata merah (sepat raden), anak kodok hijau, daging siput, dan lain sebagainya.

Corong

Yaitu tradisi berburu ikan dengan membendung muara sungai-sungai kecil dengan menggunakan anyaman bambu yang dibentuk panjang dan semakin meninggi di ujungnya, sehingga ikan yang mengikuti aliran sungai akan terjebak di ujung anyaman yang tinggi sehingga tinggal di ciduk menggunakan peralatan seperti baskom atau ember.