Kamis, 16 Januari 2014

Berita Seputar Bailangu ...

PELANTIKAN KADES BAILANGU BARAT
ACARA PELANTIKAN


SEKAYU, beritamuba.com - 

Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari kembali melakukan pelantikan Kepala Desa (Kades). Kali ini giliran 7 Kades di Kecamatan Sekayu yang dilantik serentak, Selasa (24/12/2013) petang, di Desa Bailangu.


Kepala Desa yang diambil sumpahnya yaitu Hamza Kades Bailangu Barat, Nazori Kades Teladan, Rosidik Kades Bandar Jaya, Hardi Kades Rimba Ukur, Imran Kades Sungai Batang, Askandi Kades Lumpatan II, dan Syahrudin Kades Sungai Medak. Mereka dilantik untuk periode 2013-2019.



"Tujuh kades yang dilantik oleh Bupati Muba ini adalah hasil dari pelaksanaan pilkades yang diselenggarakan dari Oktober hingga Desember 2013," jelas Camat Sekayu H Suhaimi SH MH.



Sementara itu, Bupati Muba H Pahri Azhari mengingatkan 7 kades yang baru dilantik, agar serius mengabdi untuk mensejahterakan masyarakatnya. "Kades harus benar-benar mengabdi untuk kesejahteraan masyarakat. Kades harus dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya," ujar Bupati Muba.


H Pahri Azhari juga meminta kepada Kades dan masyarakat desa di Kecamatan Sekayu untuk mendukung Program Satu Miliar Satu Desa. Menurutnya, Program Satu Miliar Satu Desa sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dirinya berharap, melalui program ini tidak ada lagi desa tertinggal di Muba.


“Kades dan masyarakat desa di Kecamatan Sekayu harus mendukung program yang hanya satu-satunya di Kabupaten/ Kota di Provinsi Sumatera Selatan," harap Bupati Muba.


Pada acara tersebut diserahkan pula bantuan dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berupa Kartu Jaminan Muba Sehat kepada Kades yang dilantik, bantuan dana untuk anggota rebana pengajian, serta bantuan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.

(Penulis: Fitria Anjelina , Editor: Amiriansah) Link beritanye....



Ikan Tapa yang berhasil ditangkap seberat 40 Kg.

SRIPOKU.COM, SEKAYU - NELAYAN BAILANGU

Musim banjir yang identik dengan musibah kini menjadi berkah bagi seorang nelayan di Desa Bailangu, Kabupaten Muba, bernama Wardan. Pasalnya ia mendapatkan ikan tapah seberat 40 Kg yang menyangkut di jala miliknya. Dengan cukup susah akhirnya ikan tersebut berhasil dibawa ke darat dan ditimbang, Rabu (15/1/2014). Saat ini ikan tersebut sudah ada yang menawarnya yaitu salah satu pedagang ikan di Pasar Sekayu. Wardan menagkap ikan ini menggunakan rawai. Link beritanye : Klik di sikak ..! yang lebih lengkap bace di  : antaranews

Asal Nama Bung Jenamet & Danau Ngas Cundung

Pada postingan kali ini, saya ingin sedikit berbagi pengetahuan tentang latar belakang sejarah nama beberapa daerah/wilayah di Desa Bailangu sepengetahuan yang saya dapat. Diantara nya adalah sebagai berikut :

Bung Jenamet 
Bung Jenamet adalah nama sebuah wilayah yang terletak di Utara (sebelah darat) desa Bailangu, tepatnya di sebelah kanan pertigaan ulu dusun sekarang, kira-kira di belakang rumah Haji Jamal dan Haji Taridi dan lebih tepatnya di belakang areal sawah ayahanda kami Haji Alimaskaro. "Bung Jenamet" sendiri berasal dari dua kata "bung" dan "jenamet". Bung berasal dari kata "Embung" atau "Lebung" atau suatu wilayah berbentuk rawah agak dalam karena kontur tanahnya berbentuk cekungan sehingga menjadi tempat penampungan air ketika kemarau menjelang, sedangkan kata "Jenamet" berasal dari kata "Dinamit" yakni jenis bahan peledak yang dikenal secara luas. Mengapa wilayah ini disebut bung jenamet? Menurut sejarah yang diceritakan pada saya dari kakek kami Haji Muhammad Yusuf atau Pengawa Yusuf adalah terkait dengan peristiwa sekitar tahun 1930, dimana wilayah ini dilakukan penyelidikan oleh Belanda mengenai kandungan minyak bumi di wilayah Desa Bailangu. Kemudian di Wilayah ini dilakukan peledakan menggunakan dinamit hingga terbentuk lubang yang cukup besar yang dikemudian hari menjadi tempat berkumpulnya ikan ketika musim kemarau tiba. Karena itulah masyarakat Bailangu menamakan wilayah ini dengan sebutan "Bung Jenamet".

Danau Ngas Cundung 

Danau ini terletak di Selatan (seberang) Desa Bailangu, untuk mencapai danau ini dapat menggunakan perahu melalui "Sungai Kemang" selama kurang lebih 1 jam. Saya pernah memancing di danau ini sekitar tahun 1980. Mengapa Danau ini disebut "danau ngas cundung"? Sebabnya adalah karena disekitarnya ditumbuhi oleh pohon rengas,  dan hampir semua pohon rengas tersebut condong kearah tengah danau. Itulah mengapa Danau ini disebut "Danau Ngas Cundung" dalam bahasa Bailangu. Saat ini saya kurang mengetahui, apakah pepohonan rengas di sekitar danau ini masih seperti dulu atau telah mengalami perubahan, karena saat musim kemarau panjang sekitar tahun 1997 banyak pepohonan disekitar Desa Bailangu yang mati karena terbakar.