Sabtu, 19 Januari 2013

Labu Parang .. !

Labu parang adalah tanaman buah sayur yang sangat dikenal oleh masyarakat Bailangu, biasanya tanaman ini di tanam di pematang sawah, sekitar pondok di kebun maupun disawah, pekarangan rumah maupun biasanya ditanam di kebun pinggiran sungai Musi yang disebut "Paso". Buahnya ketika masih muda biasanya dibuat sayur atau direbus dijadikan lalapan, begitu juga pucuk daunnya.
Labu parang atau Labu kuning memiliki berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, mengandung Vitamin C, Vitamin A dan beta karoten sehingga sangat baik untuk menjaga kesehatan mata serta untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, labu ini juga kaya akan mineral seperti zat besi, fosfor kalium, dan kalsium. Kadar air dan serat yang tinggi dalam labu juga memiliki manfaat untuk pencernaan, demam, diare dan mengatasi peradangan. Selain itu Labu parang juga sangat baik untuk kesehatan ginjal dan jantung dan mampu mencegah penuaan dini karena mengandung antioksidan. untuk mengobati bisul dan sebagai pencahar urin telah dikenal lama, isi buah labu mengandung alkaloid berguna sebagai anti kanker, yang sangat baik untuk mencegah serangan sel kanker. Khasiat buah labu untuk perawatan kulit, mencegah tulang keropos, dan meningkatkan kekebalan/daya tahan tubuh. Kandungan labu parang, juga mengandung vitamin dan pectin, pectin memiliki adsorpsi yang baik, menghilangkan dan menghapus racun bakteri dalam tubuh dan zat berbahaya lainnya, seperti timah, merkuri, logam berat dan unsur radioaktif, dapat memainkan peranan detoksifikasi. Berikut khasiat lain dari Labu parang atau Labu kuning :
  • Untuk melindungi mukosa lambung dan membantu pencernaan
  • Labu yang terkandung dalam pectin juga dapat melindungi lem lambung saluran mukosa, dari stimulasi makanan kasar, mempromosikan penyembuhan ulkus, cocok untuk pasien sakit perut. Bahan-bahan labu dapat meningkatkan sekresi empedu, meningkatkan peristaltik lambung, membantu pencernaan makanan.
  • Pencegahan dan pengobatan diabetes dan gula darah rendah.
  • Labu kaya dengan kobalt, kobalt bisa aktif dalam metabolisme tubuh, meningkatkan fungsi hematopoietik, dan untuk berpartisipasi dalam sintesis vitamin B12. Vitamin B12 dalam tubuh adalah elemen penting dalam sel islet manusia. Labu kuning bisa digunakan untuk pencegahan dan pengobatan diabetes dan efek khusus gula darah yang rendah.
  • Menghilangkan karsinogen.
  • Labu dapat menghilangkan efek mutagenik nitrosamin karsinogenik, efektivitas anti kanker, dan untuk membantu pemulihan fungsi hati dan ginjal, meningkatkan kapasitas regeneratif sel-sel hati dan ginjal.
  • Untuk mempromosikan pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
  • Labu kaya akan zinc, untuk berpartisipasi dalam tubuh manusia, sintesis asam nukleat, protein, komponen yang melekat hormon korteks adrenal zat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia.

    Berikut beberapa resep masakan yang terbuat dari Labu Parang atau Labu Kuning :

    • Puding Labu Parang 


    Bahan:
    150 ml susu cair
    50 g gula pasir
    265 g labu kuning, kukus, haluskan
    1 btr telur
    1 bh kuning telur
    150 ml krim kental

    Hiasan:
    150 g krim kental, kocok sampai kaku
    1 sdt kayumanis bubuk
    Cara Membuat:
    1. Panaskan susu cair dan gula pasir hingga mendidih. Masukkan labu kuning, masak sampai labu kuning menjadi adonan yang lembut.
    2. Tambahkan telur, aduk sampai adonan matang. Terakhir, masukkan krim kental, aduk sampai adonan matang. 
    3. Tuang adonan ke pinggan tahan panas, simpan di lemari es hingga adonan mengeras.
    4. Hias bagian atasnya dengan krim kental kocok dan taburan kayumanis bubuk. Sajikan selagi dingin.  6 porsi 35 menit (sumber tabloidnova)
    • Gulai Labu Parang/Labu Kuning

    KLIK - DetailBahan :
    2 bh jagung manis, sisir
    200 gr jagung putren (keris jagung), potong 2 x 2 x 1 cm
    250 gr labu parang/kuning, kupas, potong 2 x 2 x 1 cm
    15 helai kacang panjang, potong-potong 3 cm
    40 lbr daun kemangi
    1000 ml santan
    5 bh cabai merah, iris tipis
    2 cm lengkuas, memarkan
    2 lbr daun salam
    1 btg serai, memarkan
    1 sdt terasi
    1 sdt garam

    Cara membuat:

    1. Didihkan santan bersama cabai merah, lengkuas, daun salam, serai, terasi, dan garam.
    2. Masukkan jagung manis, masak sampai jagung lunak, masukkan labu kuning, kacang panjang, dan jagung putren. 
    3. Masak sampai semua matang, terakhir masukkan kemangi. Tunggu sampai mendidih lagi, angkat.

    Untuk 4 orang
    (sumber tabloidnova)
    Selamat mencoba ! 

Rabu, 12 Desember 2012

Marepas burung ...


Marepas atau menjerat burung merupakan tradisi yang biasa dilakukan masyarakat, burung yang biasanya menjadi sasaran adalah jenis burung ayam-ayaman atau kalau dalam bahasa Bailangu disebut burung "ko'er". habitat burung ini adalah di daerah semak-semak sekitar sawah yang cenderung lembab atau berair. Itulah sebabnya burung ini di daerah lain dikenal sebagai burung air.

Bahan atau peralatan yang dibutuhkan untuk membuat "Repas" atau jerat burung ini adalah :
- Tali pancing atau tali nilon
- Ranting atau bila bambu, yang dipotong panjang 10-15 cm, lebar 1 cm untuk pijakan jebakan.
- 1 batang kayu sebagai stick pengikat tali pancing

Untuk memasang "repas" atau jerat ini, pertama-tama harus perhatikan jejak si burung. Jika terdapat jejak, yang cukup banyak berarti area tersebut sering dilalui sang burung, maka ditempat itulah nantinya "repas" dipasang.
Caranya :
  1. Ambil sebatang ranting pohon sebesar jari kelingking, lalu kedua ujungnya di tancapkan ke tanah, sehingga   membentuk setengah lingkaran.
  2. Lalu siapkan potongan ranting sekitar 5 atau 6 potong sepanjang sekitar 15-20cm.
  3. Ikat tali pancing pada sebatang dahan sepanjang 1,5 meter, lalu tancapkan ke tanah kemudian tali ditarik hingga stick melengkung setengah lingkaran (gunanya, agar kayu memiliki daya pegas ketika kaitnya terlepas) lalu tali pancing dikaitkan pada kayu yang ditancapkan ke tanah berbentuk setengah lingkaran.
  4. Ujung tali pancing di ikat simpul longgar, yang nantinya berguna untuk menjerat kaki atau anggota badan sang burung.
  5. Setelah ujung tali di longgarkan dan di ukur lingkarannya sesuai dengan ranting jebakan, maka di ikatkan sepotong ranting sepanjang 5 cm yang berfungsi sebagai pengait pada dahan yang telah ditancapkan ke tanah berbetuk setengah lingkaran tadi.
  6. Lalu di sekitar jebakan di kasih umpan seperti padi atau jenis makanan burung lainnya, dengan tujuan agar sang burung mendekati dan menginjak ranting jebakan.
  7. Maka ketika ranting jebakan terinjak, tali akan tertarik oleh hentakan stick yang ditancapkan ketanah.


"Selamat mencoba"